View Larger Semu terasa berbeda, memandang segala tutur lakunya saat malam biru;
Bahasa tubuhnya yakinkanku ada sesuatu yang tak biasa di hatiku…Terindahkan… Terlupakan…
Klise usang oleh bias parasnya.Dan Hilang…
Sebuah tanya tanpa kata,
Terlalu lama kurasa…
Dan telah hilang…
Kau buat ilusi hingga akal tak berarti.Ku bernyanyi dalam lantunan opera, terhanyut melodi simfoni orkestra.
Nalar membeku, naluri lepas belenggu…
APA KU HARUS PEDULI???Terindahkan… Terlupakan…
Klise usang oleh bias parasnya.Dan Hilang…
Sebuah tanya tanpa kata,
Terlalu lama kurasa…
Dan telah hilang…
Kau buat ilusi hingga akal tak berarti.Sekarang mulai tampak fana dan berbeda, saat realita menghadang,
Emosi berkecamuk dalam jiwa. Jadi, masih kah kau meragu akan hal itu?HINA!!!
Kita adalah nalar dan naluri, jangan kau berkilah…
Kita adalah nalar dan naluri, jangan kau berkilah…DAN HILANG!!!
Dan Hilang…
Sebuah tanya tanpa kata,
Terlalu lama kurasa…
Dan telah hilang…
Kau buat ilusi hingga akal tak berarti.Dan Hilang…
(Kita adalah nalar dan naluri)
Tak dapat diterka…
(Kita adalah nalar dan naluri)
Dan t’lah hilang…
Jangan kau berkilah…
